11.11.2010

Sakitnya Di Cabut Nyawa!

Lagi-lagi gak posting dalam waktu lama..
Huhu, maafkan dear.. saya bingung mau posting apa.
Gak ada ide alias buntu! Hehe
Oke, I’m ready to write..
Enjoy!
Malam jumat ya.. Saya jadi inget almarhum kakek saya. Yup 2 tahun lalu tepatnya tanggal 2 februari kakek saya meninggal. Beberapa hari sebelum ulang tahun saya..

Masih kebayang waktu itu gimana detik-detik terakhir kakek saya di cabut nyawa. Prosesnya cepet.. Waktu itu sekitar jam 17.15 WIB, kakek saya sudah merasakan sakit di dadanya. Jantungnya kambuh.. yup beliau punya penyakit jantung. Beberapa bulan belakangan ini baru kerasa sakitnya, tapi badannya sih sehat cuma sesekali sering ngeluh sakit dan membaik setelah minum obat. Sore menjelang magrib beliau ke kamar mandi pengen buang air besar katanya. Selesai dari kamar mandi beliau sempet wudhu buat lanjut solat magrib. Tapi beberapa langkah setelah keluar dari kamar mandi tiba-tiba beliau ambruk, badannya ambruk karena kakinya sudah tidak bisa menahan badannya tapi dia masih sadar. Disitu saya sadar bahwa proses pencabutan nyawa nampaknya sedang berlangsung karena kakinya mulai mendingin. Akhirnya kakek di angkat oleh kakak saya ke kamar sambil tante saya sesekali membisikan syahadat dengan paniknya. Disitu nada bicara kakek mulai tidak jelas atau cadel.. Oh TUHAN saya sadar bahwa inilah waktunya. Setelah dengan susah payah mengucapkan syahadat akhirnya tepat beberapa detik menjelang adzan magrib kakek saya menutup mata untuk selama-lamanya. Innalilahi..

Itulah maut, kita tidak pernah tau kapan dia akan menjemput kita. Bersiap-siaplah untuknya sebelum dia mengejutkan dirimu terlebih dahulu. Dahsyatnya sakaratul maut jangan pernah ditanya.. Nabi kita Muhammad SAW pun merasakan sakitnya di cabut nyawa, apalagi kita umatnya yang begitu banyak dosa. Ketika ruh dicabut dari semua anggota tubuh manusia, maka ditarik pula semua urat sarafnya. Ditarik ruh sama dengan ditarik seluruh anggota badan dan persendiannya dari akar setiap rambut dan kulit. Seperti dikuliti dari ubun-ubun sampai ujung kaki, sakitnya lebih dari babatan pedang, sayatan gergaji, dan potongan gunting.

Syadad ibn Aus berkata :
“Maut itu musibah dunia dan akhirat yang paling menakutkan bagi orang mukmin. Maut juga lebih sakit dibanding sayatan gergaji, potongan gunting, atau lebih sakit daripada dipanggang di atas kuali. Seandainya orang yang sudah mati dibangkitkan untuk memberitahu kepada penduduk dunia tentang hakekat maut, pasti penduduk dunia akan memanfaatkan benar kehidupan mereka dan tidak enak-enakan tidur”

Semoga menjadi pelajaran dear..

Sumber : Buku Ibnul Jauzi – Tegar Menghadapi Ajal