1.05.2011

“Astapajim, Kenapa Lo?”

Postingan kali ini ingin ngebahas tentang kebiasaan orang menyingkat suatu kata biar singkat dan enak didengar tanpa memikirkan efeknya
Apa sih Astapajim!? Sekarang ini banyak banget orang yang sering ngomong
“Astapajim, gw lupa” atau “Astajim, gue seneng bangeet!”, “Yaoloh jatoh darimana?”
 atau menyingkat salam dengan "Lamlekum, Mikum, Askum". Bagi kita yang muslim kita pasti dengan mudah mengerti apa yang dimaksud dengan perkataan itu.
Tetapi tidak dengan yang non muslim.

Astapajim sendiri merupakan singkatan dari Astaghfirullahal’adhim yang artinya Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Arti yang bagus ini kenapa mesti disingkat dengan istilah yang tidak jelas artinya bahkan cenderung memainkan. Atau singkatan Yaoloh ini lebih parah lagi. Maksud dari kata tersebut adalah Ya Allah atau secara umum dibaca Ya Tuhan. Jujur bagi saya memainkan bacaan dzikir atau sebutan terhadap Tuhan seperti ini sangat sangat tidak lucu.

Saya pernah ditanya adik sepupu saya apa itu astapajim gara-gara nonton salah satu acara televisi dimana salah satu artis mengucapkan istilah ini. Dan teman non muslim saya juga pernah menanyakan tentang arti dari istilah ini. Miris deh rasanya ketika hal ini telah menjadi kebiasaan bahkan dianggap hal yang biasa dan cenderung lucu untuk ditertawakan.

Bukan maksudnya menggurui, karena jujur saya juga belum tentu lebih baik dengan anda. Saya hanya ingin mengingatkan tentang apa yang salah dan tidak semestinya untuk dilakukan sehingga menjadi kebiasaan.
Saya tau itu bercanda, tapi bercanda seperti itu kelewatan.
Coba baca ini :

"Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.'' Katakanlah ''Mengapa kepada Allah dan AyatNya serta RasulNya kamu selalu berolok-olok."
"Tidak perlu kamu minta maaf karena kamu telah kafir setelah beriman." (At-Taubah : 65-66)

Postingan ini di rasa sangat penting untuk dibahas, melihat saat ini fenomena tersebut marak sekali. Yang ditakutkan disini adalah bayangkan ketika orang awam atau orang yang baru belajar islam menjadi salah arti dengan istilah tersebut.

So, hati-hatilah saat menulis atau menyingkat..
Tulislah sesuai artikulasi sebenarnya, supaya maknanya pun tidak berbeda.
(^_^)